Saturday, 28 November, 2020

Just Cause 4: Tetap Sederhana, Tetap Gila


Game open world dengan identitas jelas yang terus dieksplorasi oleh developer dan publisher, sudah tidak ada lagi ungkapan yang tepat untuk menjelaskan nama Just Cause dalam industri game. Game yang dibuat oleh Avalanche Studios dan Square Enix ini memang tidak pernah didesain untuk mencocokkan dan menandingi game bergenre serupa, namun memiliki konsep yang lebih serius, seperti Grand Theft Auto Rockstar Games misalnya. Menurut sumber shopbellac.com serial ini lebih ditujukan untuk bersenang-senang, meledakkan banyak benda dengan senjata berat, kemudian selancar angin menggunakan parasut dan sayap yang mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Rico dari beberapa seri terakhir.

Bagi Anda yang telah membaca artikel pratinjau kami sebelumnya pasti akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa yang ditawarkan Just Cause 4. Hype yang sangat tinggi dibangun berkat penerapan engine terbaru, Apex Engine, yang juga akan menjadi dasar untuk proyek terbaru mereka bersama Bethesda RAGE 2 Secara umum, engine ini tidak sebatas yang dibayangkan. Kualitas tampilan yang tidak berubah menunjukkan banyak tekstur resolusi rendah saat menjelajahi dunianya yang luas. Namun setidaknya untuk versi Playstation 4 yang kami uji, ada satu aspek yang patut dibahas.

Jadi, apa sebenarnya yang ditawarkan Just Cause 4? Mengapa kami menyebutnya sebagai permainan yang membuatnya mudah dan tetap gila? Review kali ini akan membahasnya lebih detail untuk anda. Layaknya angka yang telah ia rentangkan, Just Cause 4 merupakan sekuel langsung Just Cause 3. Setelah pertarungan sengit di Medici, Rico kini “terjebak” di negara baru bernama Solis yang, seperti bisa Anda prediksi, juga dihuni oleh seorang diktator yang terus mengambil alih. negara. sangat cantik dengan tangan besi. Kekuatan militer tidak berpihak pada rakyat, tentara bayaran dikerahkan, kelompok pemberontak lahir, konsep ceritanya sepertinya asing bagi para pemain yang selama ini memainkan Just Cause.

Just Cause 4 mengeksplorasi sisi yang lebih pribadi dari kisah Rico. Perjalanan ke Solis yang sempat mengalami kondisi cuaca ekstrim ternyata mengungkap informasi terkait mesin pengendali cuaca buruk yang pada satu titik merujuk pada sosok ayah Rico. Perjalanan ini bukan lagi sekedar pertempuran membantu kelompok pemberontak, tetapi untuk memahami peran bapak sendiri. Sementara itu, di sisi lain, sekelompok tentara bayaran – Black Hand, yang telah menjadi lawan Rico sejak seri pertama, juga muncul di Solis dan tampil di depan umum untuk mendukung pemerintahan fasis yang diciptakan. Pertarungan kedua belah pihak juga harus dilancarkan Rico.

0 comments on “Just Cause 4: Tetap Sederhana, Tetap Gila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *