Wednesday, 25 November, 2020

SLIK Menghubungkan OJK, BI dan LPS


Sejak layanan skor kredit beralih ke SLIK, Bank Indonesia (BI) telah menghentikan operasional SID atau Inspeksi BI kepada seluruh jurnalis SID dan publik pada 31 Desember 2017. Oleh karena itu, publik atau pelapor SID yang ingin memeriksa skor kreditnya dapat melakukannya. begitu. melalui SLIK yang dilaksanakan. oleh OJK.

Sebelumnya, debitur dan kreditor harus menggunakan layanan Sistem Informasi Debitur (SID) atau disebut juga BI Checking yang dikendalikan oleh Bank Indonesia. Namun sejak 1 Januari 2018, layanan SID ini telah bertransformasi menjadi Sistem Informasi Keuangan (SLIK) yang selanjutnya dioperasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedikit informasi tentang SID sebelumnya, SID adalah sistem yang bertukar informasi tentang peminjam dan kredit dari bank atau lembaga keuangan. Peran SID disini adalah mengumpulkan semua data dan pembayaran pinjaman atau pinjaman lain yang telah diambil, baik yang lama maupun yang baru.

Selain itu, SID mencatat skema pembayaran Anda, misalnya jika Anda menunggak atau jika Anda telah melakukan pembayaran tanpa masalah. Jika nama Anda bersih, kemungkinan besar Anda akan mendapatkan pinjaman lagi dari bank atau lembaga keuangan.

Oleh karena itu, untuk mengecek skor kredit Anda melalui SLIK di OJK, Anda harus mengetahui dulu seluk beluk SLIK.

Sejak SID beralih ke SLIK, SLIK OJK akhirnya menjadi sistem layanan informasi bagi nasabah atau debitur bagi penyelenggara sektor keuangan, seperti bank, lembaga keuangan atau bank perkreditan rakyat, baik dulu maupun sekarang.

SLIK OJK memiliki kewenangan penuh untuk mengumpulkan dan mencatat semua data yang berguna bagi bank atau lembaga keuangan untuk menyetujui pengajuan pinjaman bagi nasabahnya.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko terutama risiko kredit sehingga membantu kreditor seperti bank atau lembaga keuangan untuk mengurangi risiko kredit macet.

Oleh karena itu, informasi yang dihasilkan SLIK akan membantu bank atau lembaga keuangan dalam menentukan kelayakan calon peminjam untuk mendapatkan pinjaman.

Bagi yang belum berpengalaman, jurnalis SLIK tidak hanya berasal dari sektor perbankan, tetapi juga dari lembaga keuangan atau non keuangan yang berpartisipasi sebagai jurnalis dalam sistem SLIK.

Data yang dihimpun OJK menunjukkan terdapat 1.6748 jurnalis SLIK pada Desember 2017. Jurnalis tersebut berasal dari bank umum, bank syariah, bank perkreditan rakyat (ACA), bank perkreditan rakyat syariah (ACA), koperasi simpan kredit, fintech, lembaga pembiayaan, keuangan lembaga layanan dan sebagainya.

Dari tahun ke tahun, jumlah jurnalis akan semakin meningkat terkait dengan pemberitaan wajib jurnalis SLIK yang akan terus bertambah, antara lain:

  • Bank Kredit Rakyat (ACA), Bank Luar Bandar Islam (BPRS) dan perusahaan pembiayaan yang belum menjadi jurnalis wajib menjadi jurnalis SLIK paling lambat 31 Desember 2018.
  • Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur (PPI), perusahaan modal ventura, dan pegadaian yang belum menjadi jurnalis wajib menjadi jurnalis SLIK paling lambat 31 Desember 2022.
  • Lembaga peer to peer lending, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa non keuangan seperti koperasi simpan pinjam dapat menjadi wartawan SLIK setelah memenuhi kualifikasi dan disetujui oleh OJK.

0 comments on “SLIK Menghubungkan OJK, BI dan LPS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *